hans-blancos. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Cara Pembuatan Semen


Di kota-kota besar tentu tidak asing lagi bagi kita melihat gedung-gedung tinggi yang berdiri kokoh dengan megahnya. Bangunan itu mampu berdiri karena di topang oleh beton dan baja. Tentu tidak asing lagi bagi kita bahan untuk membuat beton itu adalah campuran semen, pasir, dan air. Nah tentu ingin tahu bagaimana caranya proses pembuatan semen di pabriknya. mulai dari penambangan sampai semen yang telah jadi seperti yang kita lihat di pasaran.

Secara umum proses produksi semen terdiri dari beberapa tahapan :

   1. Tahap penambangan bahan mentah (quarry). Bahan dasar semen adalah Batu Kapur, Tanah Liat, Pasir Besi dan Pasir Silica. Bahan-bahan ini di tambang dengan menggunakan alat-alat berat kemudian di kirim ke pabrik semen.
   2. Bahan mentah ini di teliti di laboratorium, kemudian di campur dengan proporsi yang tepat dan di mulai tahap penggilingan awal bahan mentah dengan mesin penghancur sehingga berbentuk serbuk.
   3. Bahan kemudian di lakukan pemanasan awal di preheater
   4. Pemanasan lanjut di dalam kiln sehingga bereaksi membentuk kristal clinker
   5. Kristal klinker ini kemudian di dinginkan di cooler dengan bantuan angin. Panas dari proses pendinginan ini di alirkan lagi ke Preheater untuk menghemat energi
   6. Clinker ini kemudian dihaluskan lagi dalam tabung yang berputar yang bersisi bola-bola baja sehingga menjadi serbuk semen yang halus.
   7. Clinker yang telah halus ini di simpan dalam silo (tempat penampungan semen mirip tangki minyak pertamina)
   8. Dari silo ini semen di pak dan di jual ke konsumen.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Laboratorium Bawah Laut


Untuk menyelamatkan terumbu karang didunia proyek Aquarius diluncurkan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Laboratorium bawah laut ini terletak di Florida Keys National Marine Sanctuary yang berjarak 3,5 mil dari pantai.

Laboratorium bawah laut ini di operasikan oleh the National Undersea Research Center milik University of North Carolina di Wilmington. Laboratorium seberat 80 ton yang terbuat dari tabung baja dengan panjang 43 kaki, dan diameter 9 kaki ini mampu menampung 6 peneliti yang selalu berjaga bergantian selama sepuluh hari. Laboratorium bawah laut ini terletak 60 kaki dibawah lautan walau desain nya mampu untuk menahan tekanan pada kedalaman 120 kaki.

Laboratorium bawah laut dilengkapi dengan 2 kompartemen bertekanan (pressurized compartments) lengkap dengan perlatan keamanannya, dapur, toilet, 6 tempat tidur dan ruang kerja sehingga peneliti nyaman untuk bekerja didalamnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa lalat sulit di tepuk?


Mengapa lalat sulit di tepuk? pertanyaan sederhana ini sering dilontarkan pada Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) yang telah meneliti biomekanika sayap lalat selama dua puluh tahunan.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem profesor di universitas tersebut. Mereka menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur .

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.
"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pompa Air Tenaga Angin Energi Gratis (EGRA)


Pompa Air Tenaga Angin Energi Gratis (EGRA), Kincir Angin EGRA (EGRA Windmill). Menyikapi harga BBM yang sangat mahal dan akan semakin mahal sehingga memusingkan pemerintah dalam menyusun angaran APBN. Bumi energi memperkenalkan pompa air dengan tenaga angin yang tidak memerlukan BBM alias gratis. Kincir angin ini diberi nama EGRA yang merupakan singkatan dari Energi Gratis.

Sistem kerja pompa air tenaga angin ini cukup sederhana yaitu merubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik yang digunakan untuk menggerakkan pompa torak untuk memompa air. Energi angin yang di butuhkan untuk dapat beroperasi secara optimal minimal 10 km/jam dan maksimal 50 km/jam.

Kincir angin Egra pertama kali dioperasikan di kebun mangga Indramayu dan telah banyakberjasa memompa air tanpa BBM. Dari pengalaman selama ini debit air yang diperoleh di Indramayu sekitar 40m3 per hari di musim kemarau dan 24 m3 di musim hujan,tanpa harus membeli solar atau membayar listrik.

Selain tanpa BBM pompa air tenaga angin ini juga ramah lingkungan dan teknologinya pun tidak terlalu rumit. Rotor pompa ini terbuat dari alumanium dengan diameter 3 meter. Pompa air tenaga angin ini mampu memompa air 3 liter/ langkah dengan daya hisap 15 meter.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vacuum Cleaner


Vacuum cleaner (alat penyedot debu) mungkin tidak asing lagi bagi kita. Bila karpet atau sofa anda kotor alat penyedot debu ini merupakan pilihan yang tepat untuk membersihkannya.

Cara kerja dari vacuum cleaner ini dengan cara memanfaatkan perbedaan tekanan. Fan (kipas) akan mengurangi tekanan didalam vacuum cleaner sehingga terjadi vacuum (ruang hampa). Tekanan Atmosfir akan mendorong udara luar kedalam vacuum cleaner sehingga debu akan ikut terhisap masuk kedalam kantong debu didalam vacuum cleaner.
Debu dan udara yang terhisap melalui penyedot (intake port) melewati penyaring (filter). Debu ditampung di kantong debu (dust bag) dan udara dibuang dalam keadaan bersih ke atmosfir setelah melewati penyaring

Komponen - komponen utama vacuum cleaner adalah penyedot (intake port), saluran keluar (exhaust port), motor listrik, kantong debu (dust bag).

Penyedot merupakan bagian yang akan kita bersihkan atau tempat debu dihisap ke vacuum cleaner.

Salauran keluar merupakan tempat udara yang dihisap keluar keatmosfir setelah dibersihkan melalui penyaring. Sedangkan debu ditampung dalam kantong debu.

Motor listrik berfungsi untuk memutar kipas (fan). Perputaran fan ini yang mengakibatkan penurunan tekanan didalam vacuum cleaner (ruang hampa) sehingga debu terhisap

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS